Selasa, 06 Desember 2011

CAT ANTI KOROSI

,

Sebelum kita membahas Cat Anti Karat atau Cat Anti KorosiKita akan membahas besi. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel sistem periodik kimia lambang unsur besi, besi mempunyai simbol unsur Fe dan nomor atom untuk besi adalah 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Besi adalah material logam yang paling banyak dan beragam pemakaiannya.

Beberapa hal kenapa material besi banyak pemakaiannya, diantaranya:
  •          Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar
  •          Pengolahannya relatif mudah dan murah
  •          Sifat-sifat yang menguntungkan yaitu keras, liat dan kuat
  •          Mudah diolah dan dimodifikasi
Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai material, property atau bangunan yang menggunakan material dari besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (Stainless Steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.
Proses terjadinya Korosi pada besi memerlukan paduan unsur oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya zinc dan Magnesium dapat melindungi besi dari korosi atau karat.
Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan dibahas berikut ini didasarkan pada dua sifat tersebut.
1.       Pengecatan/Coating/Paint, Pengecatan besi dengan Cat Anti Korosi/Cat Anti Karat dapat melindungi besi agar tidak kontak langsung dengan udara dan air. Perlindungan besi terhadap Karat/Korosi yang disebut cat ini sebaiknya mengandung pigment timbel dan zinc (seng) akan lebih baik, karena keduanya melindungi besi terhadap korosi atau karat.Jenis resin untu cat anti karat/cat anti korosi tersebut dapat berupa cat damar, cat sintetis, cat alkyd, cat enamel, cat tahan karat, cat tahan korosi, cat epoxy, dan cat polyurethane. Resin atau binder diatas merupakan lapisan cat yang akan dipergunakan untuk melindungi besi atau baja agar tidak kontak langsung dengan udara dan air.

2.       Pelumuran dengan Oli /Gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak dengan air.

3.       Pembalutan/Wrapping/Coating/Seal Tape. Jetty, pipa, tangki dan structure lainnya yang memungkinkan untuk di balut.

4.      Tin Plating (pelapisan dengan timah). Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores atau terkelupas, maka timah justru mendorong/mempercepat proses korosi terhadap besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong proses korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur. Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah.

5.       Galvanisasi /galvanize (pelapisan dengan zinc). Pipa besi, tower erection, material listrik dan berbagai material lain yang dilapisi dengan zinc. Berbeda dengan timah, zinc dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katoda. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zinc yang mengalami oksidasi (berkarat). Tiang listrik tegangan tinggi (tower erection), peralatan listrik tegangan menengah, material sepeda motor dan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.

6.      Cromium Plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Hampir sama prosesnya seperti zinc, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.

7.      Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.